Friday, Jan 19th

Last update12:00:00 AM GMT

You are here: Home

Kenali dengan Benar Ciri Khas Gejala Difteri

E-mail Print PDF

Kenali dengan Benar Ciri Khas Gejala Difteri copy

Kenali dengan Benar Ciri Khas Gejala Difteri

Saat ini difteri kembali mewabah di Indonesia, bahkan Kementerian Kesehatan RI sampai menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae ini tergolong sangat menular dan berbahaya. Untuk itu kenali dengan benar gejala difteri dan lakukan pengobatan sesegera mungkin guna mencegah komplikasi lebih lanjut yang mematikan.

 

Apa Saja Gejala Difteri yang Dapat Dikenali?

Kemunculan gejala difteri umumnya dimulai dalam 2 hingga 5 hari setelah terinfeksi. Ciri khas gejala awal difteri ditandai dengan adanya radang tenggorokan, kesulitan menelan, hingga terjadi pembentukan pseudomembran atau lapisan abu-abu tebal yang menutupi tenggorokan juga amandel.

Lapisan abu-abu tebal tersebut hanya dapat terlihat ketika mulut penderitanya dibuka lebar seraya menjulurkan lidahnya. Lapisan pseudomembran rawan berdarah apabila tersenggol atau dilepaskan.

 

Adapun gejala difteri lainnya meliputi:

1.    Demam yang tidak begitu tinggi (sekitar 38°C).

2.    Rasa tidak enak badan.

3.    Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher.

4.    Suara menjadi serak.

5.    Batuk keras. Kesulitan bernapas.

6.    Gangguan penglihatan dan bicara.

7.    Kulit pucat dan dingin.

8.    Jantung berdetak cepat.

Meski begitu, ada beberapa orang yang terinfeksi bakteri penyebab kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas atau hanya menunjukkan gejala yang ringan. Mereka ini disebut dengan carrier atau pembawa difteri tak bergejala yang dapat menyebarkan infeksi ini dengan cepat melalui droplet (ingus atau ludah) ketika bersin atau batuk.

Selain memengaruhi tenggorokan, ada pula jenis difteri yang yang memengaruhi kulit. Gejalanya ditandai dengan rasa sakit yang khas, kemerahan dan pembengkakan pada area kulit yang terkena. Lapisan abu-abu tebal ditenggorokan juga dapat terjadi pada difteri jenis ini.

 

Bagaimana Cara Penyebaran Difteri?

Bakteri Corynebacterium diphtheriae dapat disebarkan melalui beberapa cara, yaitu:

1.    Melalui udara. Seseorang yang terinfeksi difteri dapat menyebarkan penyakit ini melalui bersin atau batuk. 

2.   Melalui barang pribadi. Difteri juga dapat disebarkan melalui barang-barang pribadi seperti gelas, piring, handuk, mainan anak dan perabotan rumah tangga lain yang kerap digunakan secara bersamaan.

3.  Melalui luka. Bakteri penyebab difteri juga dapat menular ketika seseorang yang sehat menyentuh luka pada orang yang terinfeksi baik sengaja atau pun tidak.

 

 Sumber: Mediskus.com